Survey - Museum Samudraraksa


Pada dasarnya , Museum Samuderaraksa berawal dari kisah mengenai sebuah kapal sejak jaman kerajaan Majapahit yang terpahat di relief Candi Borobudur ,Jawa Tengah. Sehingga disini kami akan membahas juga mengenai kerajaan majapahit dan sepak terjangnya sebagai kerajaan maritim yang berjaya pada masanya. Berikut hasil studi referensi yang kami kumpulkan dari berbagai sumber dan berikut hasil survey kami secara langsung ke museum Samuderaraksa. selamat membaca . Kerajaan Majapahit Konon rahasia kekuatan laut Majapahit sejak jaman Gajah Mada yaitu terletaknya pimpinan yang dipegang olehMpu Nala sebagai panglima tertinggi. Mpu Nala dalam membangun kekuatan laut yang tersohor kala itu, beliau menemukan sejenis pohon raksasa yang dirahasiakan lokasinya, untuk membangun kapal-kapal Majapahit yang berukuran besar di masa itu. Keturunan Mpu Nala terus melanjutkan kepemimpinan militer Majapahit. Mpu Nala II tidak segemilang pendahulunya apalagi militer laut sudah demikian parah dalam melakukan tindak korupsi di wilayah kekuasaan masing-masing, sehingga rakyat tidak lagi menghormati kekuasaan pemerintahan pusat. Majapahit adalah sebuah kerajaan maritim terbesar di Nusantara. Itu bukan tanpa bukti. Secara logika saja; tidak akan mungkin misi perluasan wilayah oleh angkatan perangnya dilakukan hanya melalui jalan darat .Tentu saja ekspedisi militer dalam jumlah besar itu dilakukan dengan menggunakan angkatan laut yang besar. Dalam Pujasastra dikenal seorang pelaut ulung, yang merupakan tangan kanan Sang Mahapatih Gajah Mada di dalam tugas mempersatukan kepulauan-kepulauan Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit.
Kapal Layar Pada Relief Candi Borobudur
Konstruksi perahu bercadik sangat unik. Lambung perahu dibentuk sebagai menyambungkan papan-papan pada lunas kapal. Kemudian disambungkan pada pasak kayu tanpa menggunakan kerangka, baut, atau paku besi. Ujung haluan dan buritan kapal berbentuk lancip. Kapal ini dilengkapi dengan dua batang kemudi menyerupai dayung, serta layar berbentuk segi empat. Kapal Jawa jelas berbeda dengan kapal Tiongkok yang lambungnya dikencangkan dengan bilah-bilah kayu dan paku besi. Selain itu kapal Tiongkok memiliki kemudi tunggal yang dipasang pada palang rusuk buritan. Disebutkan, jung Jawa memiliki empat tiang layar, terbuat dari papan berlapis empat serta mampu menahan tembakan meriam kapal kapal Portugis. Bobot jung rata-rata sekitar 600 ton, melebihi kapal perang Portugis. Jung terbesar dari Kerajaan Demak bobotnya mencapai 1.000 ton yang digunakan sebagai pengangkut pasukan Jawa untuk menyerang armada Portugis di Malaka pada 1513. Bisa dikatakan, kapal jung jawa ini disandingkan dengan kapal induk di era modern sekarang ini. berikut replika kapal-kapal dari kerajaan majapahit
Museum Samudraraksa

Museum Samudra Raksa adalah museum bahari yang terletak hanya beberapa ratus meter sebelah utara candi Borobudur, masih dalam kawasan taman purbakala Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Museum ini menampilkan "Jalur Kayumanis“ O Perdagangan bahari antara Indonesia purba, Madagaskar, dan pesisir Afrika Timur, yang mahsyur dijuluki.  

Berdirinya Museum Samudraraksa

Pada tahun 1982, seorang mantan Angkatan Laut Inggris bernama Phillipe Beale berkunjung ke Candi Borobudur dan terpesona dengan salah satu relief kapal yang terpahat di dinding candi. Keindahan relief kapal tersebut membuatnya tertarik untuk menciptakan kapal serupa guna melakukan ekspedisi dengan jalur yang ditempuh oleh para pelaut jaman dulu. Rekonstruksi kapal pun dilakukan. As'ad Abdullah yang bertempat tinggal di Pulau Pagerungan Kecil, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur ditunjuk menjadi pembuat perahu. Setelah ekspedisi berlayar di jalur kayu manis dengan rute Jakarta - Madagaskar - Cape town – Ghana. Kemudian kapal tersebut dibawa kembali ke Indonesia dan ditempatkan di Museum Kapal Samudraraksa, Borobubur. Seperti relief kapal yang terukir dengan indah di dinding Candi Borobudur, Kapal Samudraraksa berdiri dengan indah dan kokoh di ruang utama museum.

Lembaga yang Berkontribusi Berdirinya Museum

 Museum Samudra Raksa diresmikan Menteri Koorditor Kesejahteraan Rakyat RI Prof.Dr. Alwi Shihab pada 31 Agustus 2005. Sebuah penghargaan dan apresiasi yang pantas bagi awak kapal dan semua pihak yang telah bekerja sama dalam mendukung Ekspedisi Kapal Borobudur.  

Museum ini dibagi ke dalam tiga Ruang Pamer

Pertama kita memasuki pintu masuk, kemudian kita akan digiring menuju suatu ruangan yang berisi Sejarah Perdagangan rempah (kayu manis, pala dll) pada masa lampau yang terungkap dari relief kapal pada Candi Borobudur .
Ruangan berikutnya berisi tentang Tradisi Budaya Bahari pada masa lampau. Di ruangan ini terdapat Profil Kehidupan Bahari, Jalur jalur perdagangan dunia (ada miniatur kapal dan peta), dan Teknologi Kapal Tradisional
Ketiga, Ruangan Utama yang berisi Kapal Samudraraksa. Sekeliling ruangan ini ada foto foto, benda benda yang menggambarkan sejarah kejayaan Kapal Samudraraksa mengarungi Jakarta - Afrika (2003-2004)
High Tech

Fasilitas dalam Museum Kapal Samudraraksa sedikit ditemukan adanya tekhnologi tinggi yang digunakan. Terlihat pada penjelasan benda, artefak, dan biorama masih menggunakan papan nama/informasi. Adapun tekhnologi yang ada pada museum ini terlihat pada ilustrasi pergerakan kapal – kapal majapahit. Banyak terlihat pula monitor untuk informasi di beberapa sudut di dalam museum . Sayangnya , semuanya dalam kondisi mati, sehingga tidak dapat di fungsikan oleh pengunjung  

DATA PENGUNJUNG 
Asing : 12 orang, 
Pelajar : 68 orang, 
Keluarga : 89 orang, 
Perusahaan : 70 orang, 
Individu : 10 orang, 
1 jam : 62 pengunjung, 
(catatan : data berdasarkan catatan kedatangan pengunjung selama 4 jam)

Lingkungan

Untuk keadaan sekitar museum,terdapat beberapa pohon perindang maupun tanaman tabir lainnya dan taman sekitar dengan rumput sebagai ground covernya . meski masih nampak gersang ,di beberapa sudut yang ditanami tanaman penyemarak cukup mengundang serangga semacam kupu-kupu yang berterbangan di taman sekitar museum
Referensi
http://history1978.wordpress.com/2013/07/10/angkatan-laut-majapahit/
http://rajasamudera.com/2013/07/menguasai-lautan-dan-sumpah-palapa-majapahit-membangkitkan-kejayaan-indonesia-berbasis-maritim-serial-negeri-bahari-part-4/
http://berbagifun.blogspot.com/2012/05/musem-kapal-samudraraksa-borobudur.html

0 komentar: